Disini berisi tentang berbagai macam resep makanan yang sedang ngehits

Kegiatan Memasak Sudah Menjadi Hal Yang Seru

Sekarang Memasak Bukan Hanya Sekedar Hoby Tapi Sesuatu Yang Dapat Menghasilkan Kreasi Unik Yang Bernilai

Kegiatan Memasak Sudah Menjadi Hal Yang Seru

Sekarang Memasak Bukan Hanya Sekedar Hoby Tapi Sesuatu Yang Dapat Menghasilkan Kreasi Unik Yang Bernilai

Kegiatan Memasak Sudah Menjadi Hal Yang Seru

Sekarang Memasak Bukan Hanya Sekedar Hoby Tapi Sesuatu Yang Dapat Menghasilkan Kreasi Unik Yang Bernilai

Kegiatan Memasak Sudah Menjadi Hal Yang Seru

Sekarang Memasak Bukan Hanya Sekedar Hoby Tapi Sesuatu Yang Dapat Menghasilkan Kreasi Unik Yang Bernilai

Kegiatan Memasak Sudah Menjadi Hal Yang Seru

Sekarang Memasak Bukan Hanya Sekedar Hoby Tapi Sesuatu Yang Dapat Menghasilkan Kreasi Unik Yang Bernilai

pencarian

Tampilkan postingan dengan label buah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buah. Tampilkan semua postingan

CARA MEMBUAT DAWET AYU HITAM



Dawet ayu/cendol adalah minuman yang terbuat dari campuran gula merah, santan dan bubur ketan yang sudah dicetak sehingga membuat bentuknya begitu khas. Es dawet ayu berasal dari daerah Kabupaten Banjarnegara yang biasanya dijual di pasar-pasar tradisional bahkan saat ini es dawet sudah banyak diperjual-belikan di banyak daerah seperti di daerah Ibu Kota, bahkan sekarang tidak sulit untuk menemukan es dawet ayu ini.
Es dawet ayu memiliki citarasa yang khas dari minuman lainnya karena cara pembuatannya yang masih tradisional. Es dawet ayu sangat cocok dimunum saat cuaca panas, es dawet dapat diminum panas ataupun dingin dengan menambahkan es batu. Rasanya yang segar inilah yang menjadi keistimewaan dan keunikan dari minuman tradisional khas Banjarnegara ini.
Saat ini sudah banyak es dawet yang telah diinovasi sehingga memunculkan es dawet dengan rasa yang beragam, diantaranya es dawet hitam. Pada umumnya es dawet berwarna hijau, warna hijau sendiri berasal dari perasan daun pandan yang menambah rasa yang khas dan juga aman untuk diminum. Tapi saat ini ada juga es dawet hitam yang berasal dari daerah Purworejo.
Es dawet hitam ini bahan dasarnya sama dengan es dawet pada umumnya, yang membedakannya adalah bahan pewarnanya yang berasal dari air abu merang. Abu merang sendiri berasal dari daun padi kering yang dibakar hingga menghasilkan abu, kemudian abu merang di campur dengan air dan menghasilkan hitam pekat yang alami dan aman untuk dikonsumsi.
Penggunaan abu merang sebagai bahan pewarna es dawet membuat cita rasa dan aroma yang khas serta unik. Selain itu penggunaan air abu merang ini juga membuat tekstur dawet menjadi lebih kenyal dan nikmat. Tak perlu khawatir dengan penggunaan air abu merang sebagai pewarna pada es dawet karena air abu merang ini aman untuk dikonsumsi.
Berikut cara membuat es dawet hitam.....
Bahan-bahan Dawet Ireng :
  • Tepung beras 60 gram
  • Tepung tapioka/sagu 50 gram
  • Air 800 ml
  • Abu merang 5 sendok makan ( dilarutkan dengan 100 ml air, endapkan atau saring dengan saringan halus, sisihkan )
  • Garam 1 sendok teh

Bahan Sirup Es Dawet Ireng :
  • Gula merah 250 gram ( disisir )
  • Daun pandan 2 lembar
  • Air 250 ml

Bahan Kuah Santan :
  • Santan 500 ml dari 1 butir kelapa
  • Daun pandan 2 lembar
  • Garam 1/4 sendok teh

Bahan Pelengkap Es Dawet Ireng :
  • Nangka ( dipotong-potong kecil )
  • Es batu atau Es serut secukupnya ( sesuai selera )

Cara membuat es Dawet Ireng :
  1. Dawet Ireng : Pertama-tama campurkan tepung beras, tepung sagu, dan air abu merang dalam wadah hingga merata. masukkan air lalu larutkan campuran bahan hingga merata.
  2. Rebus adonan dengan menggunakan api sedang sambil terus diaduk hingga adonan mengental. sebagai tanda apabila adonan sudah mulai muncul semacam  letupan gelembung dalam adonan segera matikan kompor dan angkat.
  3. Setelah itu tuang adonan ke dalam cetakan dawet/cendol yang diletakkan diatas baskom berisi air es. tekan-tekan adonan sampaidawet/cendol ireng berjatuhan ke dalam air es, lakukan hingga adonan habis. saring dawet yang sudah jadi, kemudian masukkan kedalam air matang dingin.
  4. Sirup : didihkan semua bahan sirup diatas dengan menggunakan api sedang hingga kental, aduk rata. Tambahkan potongan nangka untuk menambah rasa dan aroma sirup.
  5. Santan : rebus bahan kuah santan dengan menggunakan api sedang sambil terus diaduk hingga mendidih dan santan matang.
  6. Penyajian : Siapkan mangkuk atau gelas saji, lalu isi dengan Dawet Ireng, santan, dan sirup gula merah secukupnya atau sesuai selera. Tambahkan potongan batu es atau es serut untuk menambah kesegaran es dawet saat diminum.



Selmat mencoba dirumah ....  😊😉
Share:

MANFAAT DAN KANDUNGAN CABAI


Cabai atau cabai merah atau chili adalah buah dan tumbuhan anggota genus Capsicum. Buahnya dapat digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu, tergantung bagaimana digunakan. Sebagai bumbu, buah cabai yang pedas sangat populer di Asia Tenggara sebagai penguat rasa makanan. Bagi seni masakan Padang, cabai bahkan dianggap sebagai "bahan makanan pokok" ke sepuluh (alih-alih sembilan). Sangat sulit bagi masakan Padang dibuat tanpa cabai. Dalam setiap rumah makan yang ada di Indonesia biasanya menyediakan sambal yang setiap rumah makan tentunya memiliki ke-khasannya masing-masing tergantung rumah makan itu sendiri.

Cabai (Capsium frutescens) ini berasal dari daerah Amerika Tropis. Bisa tumbuh bebas di pekarangan dan hidup subur di wilayah tropis yang kering di ketinggian 0,5 sampai 1.250 meter dari permukaan laut.  Cabai mengandung antioksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Kandungan terbesar antioksidan ini adalah pada cabai hijau. Cabai juga mengandung Lasparaginase dan Capsaicin yang berperan sebagai zat antikanker. Selain itu kandungan vitamin C yang cukup tinggi pada cabai dapat memenuhi kebutuhan harian setiap orang, namun harus dikonsumsi secukupnya untuk menghindari nyeri lambung. 

Rasa pedas pada cabai disebabkan oleh zat bernama kapsaisin yang terdapat pada biji cabai. Kapsaisin ini memiliki sifat stomakik, yaitu berfungsi untuk menambah selera makan dan melancarkan aliran darah. Selain itu cabai juga mengandung hormon endorphin yang membuat makanan terasa lebih nikmat. Maka tidak heran, sambal pedas membuat kita ingin makan lebih banyak.  Selain itu, kandungan lain yang terdapat dalam cabai adalah solanine, solamidine, solamargine, solasodine, solasomine, dan steroid saponin (kapsisidin). Kandungan terakhir ini berkhasiat sebagai antibiotik alami. Selain sebagai bumbu dalam berbagai olahan masakan, cabai juga dapat diolah menjadi manisan, dibuat saus, dan dapat dikeringkan.

Share:

MANFAAT DAN KANDUNGAN ASAM JAWA


Asam jawa, asam atau asem adalah sejenis buah yang masam rasanya; biasa digunakan sebagai campuran bumbu dalam banyak masakan Indonesia sebagai perasa atau penambah rasa asam dalam makanan, misalnya pada sayur asam atau kadang-kadang kuah pempek. Asam juga digunakan untuk campuran jamu tradisional yaitu jamu gendong.

Asam jawa dihasilkan oleh pohon yang bernama ilmiah Tamarindus indica, termasuk ke dalam suku Fabaceae (Leguminosae). Spesies ini adalah satu-satunya anggota marga Tamarindus. Nama lain asam jawa adalah asam (Mly.), asem (Jw., Sd.), acem (Md.), asang jawa, asang jawi (berbagai bahasa di Sulawesi) dan lain-lain. Juga sampalok, kalamagi (Tagalog), magyee (Burma), ma-kham (Thailand), khaam (Laos), khoua me (Kamboja), me, trai me (Vietnam), dan tamarind (Inggis). Buah yang telah tua, sangat masak dan dikeringkan biasa disebut asem kawak.

"Asam" adalah nama umum yang dipakai untuk semua bumbu dapur pemberi rasa masam pada masakan, termasuk juga asam kandis dan asam gelugur. Nama "asam jawa" dipakai oleh orang Melayu karena dipakai dalam masakan Jawa. Tumbuhan ini sendiri didatangkan oleh orang-orang dari India.

Nama Tamarindus dan tamarind diturunkan dari bahasa Arab تمر الهندي tamrul-hindī. Artinya kurang lebih: kurma India. Asam jawa aslinya berasal dari benua hitam, Afrika. Namun di India, tanaman ini dijadikan sebagai tanaman yang produktif dan penuh manfaat. Oleh sebab itulah, tanaman ini disebut kurma india, mengingat daging buahnya seperti kurma
Pohon asam berperawakan besar, selalu hijau (tidak mengalami masa gugur daun), tinggi sampai 30 m dan diameter batang di pangkal hingga 2 m. Kulit batang berwarna coklat keabu-abuan, kasar dan memecah, beralur-alur vertikal. Tajuknya rindang dan lebat berdaun, melebar dan membulat.

Daun majemuk menyirip genap, panjang 5-13 cm, terletak berseling, dengan daun penumpu seperti pita meruncing, merah jambu keputihan. Anak daun lonjong menyempit, 8-16 pasang, masing-masing berukuran 0,5-1 × 1-3,5 cm, bertepi rata, pangkalnya miring dan membundar, ujung membundar sampai sedikit berlekuk.

Bunga tersusun dalam tandan renggang, di ketiak daun atau di ujung ranting, sampai 16 cm panjangnya. Bunga kupu-kupu dengan kelopak 4 buah dan daun mahkota 5 buah, berbau harum. Mahkota kuning keputihan dengan urat-urat merah coklat, sampai 1,5 cm.

Buah polong yang menggelembung, hampir silindris, bengkok atau lurus, berbiji sampai 10 butir, sering dengan penyempitan di antara dua biji, kulit buah (eksokarp) mengeras berwarna kecoklatan atau kelabu bersisik, dengan urat-urat yang mengeras dan liat serupa benang. Daging buah (mesokarp) putih kehijauan ketika muda, menjadi merah kecoklatan sampai kehitaman ketika sangat masak, asam manis dan melengket. Biji coklat kehitaman, mengkilap dan keras, agak persegi.


Asam jawa biasanya dikenal sebagai salah satu bumbu dapur atau minuman tradisional. Daging buahnya biasa untuk mengasamkan rasa makanan, manisan, agar-agar, dan dijadikan minuman hangat yang menyegarkan. Asam jawa juga dapat digunakan untuk membersihkan berbagai barang-barang yang terbuat dari logam yang berubah warna menjadi kehitaman. Kandungan-kandungan asam jawa lainnya seperti potassium, magnesium, beta karotin, vitamin c, dan antidioksidan, dapat merawat kecantikan kulit .

Ada banyak manfaat asam jawa bagi kecantikan, terutama perawatan kulit tubuh manusia. Asam jawa dapat diolah menjadi lulur untuk mencerahkan kulit .Selain mencerahkan kulit, asam jawa juga mampu mengangkat sel-sel kulit mati dengan kandungan AHA atau Alpha Hydroxy Acids yang terkandung di dalam daging buah asam jawa.


Kandungan daging buahnya mengandung bermacam-macam asam, seperti tatrat, malat, sitrat, suksinat, asetat. Asam jawa berkhasiat untuk memudahkan buang air besar dan melancarkan peredaran darah. Daunnya yang mengandung flavonoid bersifat antiradang dan menghilangkan rasa sakit. Asam jawa ini dapat menurunkan panas dalam dan juga menambah nafsu makan. Selain itu, karena mengandung asam tatrat, asam jawa diyakini bisa sebagai pencahar bagi mereka yang mengalami sulit buang air. Karena sifatnya menjadi gel dengan menyerap cairan, asam jawa juga bisa dipakai untuk menghancurkan lemak. Selain itu, asam jawa juga dapat menyembuhan sariawan serta meredaan nyeri haid.
Share:

RESEP WINGKO APEL MALANG

Wingko atau sering disebut juga Wingko babat adalah makanan tradisional khas Indonesia. Wingko adalah sejenis kue yang terbuat dari kelapa muda, tepung beras ketan dan gula. Wingko sangat terkenal di pantai utara pulau Jawa. Kue ini sering dijual di stasiun kereta api, stasiun bus atau juga di toko-toko kue untuk oleh-oleh keluarga.

Wingko biasanya berbentuk bundar biasa disajikan dalam keadaan hangat dan dipotong kecil-kecil. Wingko dapat dijual dalam bentuk bundar yang besar atau juga berupa kue-kue kecil yang dibungkus kertas. Kombinasi gula dan kelapa menjadikan kue ini nikmat. Harga kue ini dapat bervariasi tergantung tempat menjualnya dan merek wingko ini.

Wingko yang paling terkenal dibuat di Semarang. Ini menyebabkan banyak orang yang mengira bahwa wingko juga berasal dari kota ini. Meskipun demikian, wingko babat sebenarnya berasal dari Babat. Ini adalah daerah kecil di Lamongan, Jawa Timur. Babat adalah titik persimpangan Bojonegoro, Jombang, Tuban, dan Surabaya.

Tapi kali ini ada yang tak biasa dengan wingko yang satu ini , wingko dengan tambahan buah apel untuk menambahkan citarasa yang unik. Wingko ini banyak ditemui di kota Batu, Malang karena di daerah tersebut terkenal dengan hasil perkebunan apel yang melimpah. Cara memasaknya pun tak jauh berbeda dengan wingko lain Cuma dari segi bahannya saja yang berbeda karena tambahan buah apel.

Berikut proses pembuatan wingko apel.

Bahan-bahan yang diperlukan:

  • 250 gram Apel yang sudah dikupas, lalu dipotong-potong
  • 150 gram Kelapa parut kering
  • 300 gram Tepung Ketan putih
  • 250 ml Santan Kental
  • 150 gram Gula Pasir
  • 2 butir Telur( 1 butir untuk diambil kuning telurnya sebagai olesan )
  • 1/4 sendok teh Garam
  • Margarin /minyak sayur secukupnya (untuk dioleskan di permukaan loyang).


Cara membuat wingko apel:

  1. Blender apel yang sudah dipotong-potong dengan santan hingga lembut. Panaskan oven dengan suhu 180 derajat Celcius .
  2. Campur tepung ketan putih, kelapa parut kering, garam, dan gula pasir, lalu aduk-aduk sampai gula larut.
  3. Tambahkan telur, aduk rata, lalu tuang campuran santan dan apel sedikit demi sedikit sambil diuleni, kemudian aduk hingga rata .
  4. Tuang adonan di loyang persegi 18 cm yang sudah dioles margarin.
  5. Panggang hingga matang (kurang lebih 50 menit).
  6. Keluarkan wingko, lalu olesi permukaannya dengan kuning telur.
  7. Panggang kembali hingga permukaannya kuning kecoklatan/terlihat seperti ada kerak di permukaannya (kurang lebih 5-10 menit).


Selamat mencoba....
Share: